MERANGIN – Gaoelnews.com – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Selango kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, warga setempat menyebut adanya aktivitas tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat excavator merk Zoomlion dan diduga milik seorang warga bernama Triyono Wibowo.
Menurut keterangan warga, alat berat tersebut sudah beberapa waktu terakhir terlihat bekerja di lokasi tambang yang berada di wilayah Desa Selango. Aktivitas itu disebut-sebut kembali muncul setelah sebelumnya sempat viral saat alat berat masuk ke kawasan tambang.
“Yo bang, alat berat excavator merk Zoomlion yang bekerja di Desa Selango itu diduga milik Triyono. Kalau tidak salah dia keluarga dari Desa Tanjung Benuang, Kecamatan Pamenang Selatan. Dulu sempat viral waktu alatnya masuk ke lokasi tambang, habis itu hilang kabarnya, sekarang muncul lagi bekerja di Desa Selango,” ungkap salah seorang warga kepada media ini, Jumat (23/05/2026).
Keberadaan aktivitas PETI tersebut sontak menimbulkan keresahan masyarakat. Warga khawatir penambangan ilegal menggunakan alat berat excavator di kawasan hulu sungai dapat memicu kerusakan lingkungan dan menimbulkan bencana alam yang sewaktu-waktu mengancam keselamatan masyarakat sekitar.
Pasalnya, beberapa pekan lalu wilayah tersebut sempat diterjang banjir bandang yang diduga kuat dipicu oleh maraknya aktivitas tambang emas ilegal di kawasan hulu sungai. Kondisi itu membuat masyarakat trauma dan takut bencana serupa kembali terjadi.
“Yang jadi korban nanti masyarakat kecil. Bos-bos tambang cari keuntungan pribadi, tapi dampaknya ke masyarakat banyak. Kalau banjir datang, rumah warga yang kena, kebun rusak, akses jalan putus. Kami khawatir kejadian beberapa minggu lalu terulang lagi,” ujar warga lainnya.
Masyarakat pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Polsek Pamenang dan Polres Merangin, untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan serta mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas PETI yang diduga masih bebas beroperasi di wilayah tersebut.
Warga menilai penambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat excavator bukan lagi persoalan kecil, melainkan ancaman serius terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Kami minta pihak kepolisian jangan tutup mata. Segera kroscek ke lapangan dan tindak tegas aktivitas PETI ini sebelum terjadi bencana lagi. Jangan sampai masyarakat terus jadi tumbal akibat aktivitas tambang ilegal yang merajalela,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun pihak yang disebut dalam informasi warga tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna keberimbangan informasi sesuai kode etik jurnalistik.
(R. Munthe)










