Keluarga Besar Ujung Margana Gelar Qurban Iduladha 1447 H, Wujud Ukhuwah Islamiyah dan Amanah Leluhur

DAIRI – GaoelNews.com -Dalam suasana penuh khidmat Hari Raya Iduladha 10 Zulhijjah 1447 Hijriah yang bertepatan pada Rabu, 27 Mei 2026, keluarga besar Ujung Margana melaksanakan penyembelihan hewan qurban di Mesjid Ujung Karina Al-Mubaroqah sebagai bentuk ibadah, rasa syukur, serta penghormatan kepada keluarga dan leluhur yang telah mendahului.

Kegiatan qurban tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Hewan qurban diberikan atas nama keluarga, sahabat, serta orang-orang tercinta, baik yang telah wafat maupun yang berada di luar daerah.

Adapun nama-nama yang berqurban di antaranya:

1. Alm. Mohammad Taksir Ujung

2. Almh. Celket Br Lembeng

3. Bachtiar Ravenala Ujung

4. Nurgancih Berutu

5. Albert Jonathan Simatupang

6. Ustadz Maisuardi

7. Kartckou Fariska

8. Berman Tumangger, kontraktor KDMP Kalang Simbara

Diketahui, Alm. Mohammad Taksir Ujung dan Almh. Celket Br Lembeng merupakan sosok yang sangat dihormati sebagai Poli dan Popung dari Saut Ujung dan Delphi Masdiana Ujung. Sementara Bachtiar Ravenala Ujung merupakan keluarga yang berdomisili di Jakarta, Nurgancih Berutu adalah istri dari sepupu Jonson Ujung, sedangkan Albert Jonathan Simatupang merupakan putra dari Panah Akbar Simatupang dan Delphi Masdiana Ujung yang kini tinggal di Bekasi.

Kegiatan sholat Iduladha dan prosesi qurban dipimpin langsung oleh Imam Mesjid sekaligus Ketua Aceh Sepakat, Ustadz Maisuardi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar Ujung yang terus menjaga amanah serta membuka ruang ibadah bagi masyarakat.

Mesjid Ujung Karina Al-Mubaroqah sendiri memiliki sejarah yang penuh nilai perjuangan dan religiusitas. Mesjid tersebut diresmikan pada tahun 1995 dan saat itu turut dihadiri oleh dai kondang nasional, Zainuddin MZ, dalam rangkaian perjalanan dakwah sejuta umat.

Sejak awal berdirinya, mesjid tersebut merupakan amanah dari keluarga besar Ujung agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan masyarakat luas. Hingga kini, keberadaan mesjid menjadi pusat kegiatan keagamaan warga Aceh Sepakat serta masyarakat sekitar.

Delphi Masdiana Ujung menyampaikan bahwa keluarga besar mereka merupakan keluarga yang hidup dalam keberagaman keyakinan namun tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati, sebagaimana pesan yang diwariskan oleh orang tua serta leluhur mereka.

“Poli dan Popung kami selalu mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru keluarga harus menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang, penghormatan, dan persaudaraan,” ungkap Delphi.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan qurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk keteladanan keluarga dalam menjaga nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.

Momentum Iduladha tahun ini pun menjadi simbol kuat bahwa keluarga besar Mohammad Taksir Ujung tetap menjaga warisan nilai religius, persatuan, dan kebersamaan lintas generasi, demi menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan sosial yang harmonis.

Hadir keluarga besar ujung saut ujung dan tetty pasaribu,delphi masdiana ujung dan pana akbar simatupang juga anak anak .(clara)

Keluarga Besar Ujung Margana Gelar Qurban Iduladha 1447 H, Wujud Ukhuwah Islamiyah dan Amanah Leluhur
Clara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *