Sabam Sibarani Tegaskan Arah Baru Pemuda Pancasila Dairi: Kader Harus Loyal, Berintegritas dan Bebas Narkoba

Pandapotan H Hutagaol

SIDIKALANG, GaoelNews.com — Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Dairi, Sabam Sibarani, menegaskan bahwa penguatan organisasi tidak cukup hanya dengan memperbanyak struktur kepengurusan. Lebih dari itu, kader yang dipercaya memegang jabatan harus memiliki rekam jejak sebagai kader, memahami organisasi, menjaga nama baik lembaga dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Penegasan tersebut disampaikan Sabam Sibarani dalam Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) PAC dan Ranting Pemuda Pancasila Kecamatan Sidikalang, Sitinjo dan Parbuluan periode 2026–2029, Selasa (22/9/2026).

Menurut Sabam, proses kaderisasi harus menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat hingga tingkat akar rumput.

“Kepengurusan tidak bisa dipilih begitu saja. Harus menjadi kader PP dan bebas narkoba,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama Sabam kepada seluruh kader yang mengikuti proses konsolidasi organisasi.

Baginya, jabatan dalam tubuh organisasi bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dibarengi tanggung jawab dan keteladanan.
Sabam juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan organisasi dari penyalahgunaan narkoba.

Ia meminta seluruh kader tidak memberikan ruang bagi perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda maupun citra organisasi.

“Kalau ada yang pakai narkoba, tangkap,” ujarnya dengan tegas.

Pesan tersebut sejalan dengan perhatian terhadap persoalan narkotika yang sebelumnya disampaikan Bupati Dairi sekaligus Ketua MPO Pemuda Pancasila Dairi, Vickner Sinaga.

Sabam menilai organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis dalam memberikan ruang positif bagi generasi muda melalui kegiatan organisasi, kaderisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Kader Pancasila Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Sabam juga menegaskan bahwa ukuran seorang kader bukan hanya keberadaannya dalam struktur organisasi.

Menurutnya, kader Pemuda Pancasila harus mampu menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat dan mendukung pembangunan di berbagai tingkatan pemerintahan.

“Kalau kita mendukung program desa, camat, lurah dan bupati, itu kader Pancasila,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi arah yang ingin dibangun MPC Pemuda Pancasila Dairi, yakni organisasi yang mampu bersinergi dengan pemerintah tanpa kehilangan fungsi kaderisasi dan pengabdian sosial.

Menurut Sabam, kader harus hadir sebagai bagian dari solusi dan ikut memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah.

Bidik 100 Desa dan Kelurahan
Dalam upaya memperkuat organisasi, MPC Pemuda Pancasila Dairi menargetkan penghimpunan serta penguatan kader hingga menjangkau 100 desa dan kelurahan di Kabupaten Dairi.

Target tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi organisasi tidak berhenti pada tingkat PAC.

Struktur organisasi diharapkan semakin kuat hingga tingkat anak ranting sehingga komunikasi, kaderisasi dan kegiatan sosial dapat berjalan lebih dekat dengan masyarakat.

RPP di tiga kecamatan, yakni Sidikalang, Sitinjo dan Parbuluan, menjadi bagian dari proses tersebut.

Dalam RPP itu, tiga ketua PAC periode 2026–2029 ditetapkan secara aklamasi. Stefanus Sihombing dipercaya memimpin PAC Sidikalang dengan tujuh anak ranting, Oberlin Tua Pasaribu memimpin PAC Sitinjo dengan empat anak ranting, sementara Harjono Sagala dipercaya memimpin PAC Parbuluan dengan 11 anak ranting.

Bagi Sabam, terpilihnya para ketua PAC tersebut bukanlah akhir dari proses organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Keteladanan Pemimpin Menjadi Kunci
Dalam penutupan kegiatan, Sabam kembali mengingatkan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan.

Ia menyampaikan filosofi sederhana yang menggambarkan bagaimana perilaku seorang pemimpin dapat memengaruhi kader yang berada di bawahnya.

“Jika guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari,” ujarnya.
Pesan tersebut ditujukan sebagai pengingat bahwa setiap pemimpin organisasi harus mampu memberikan contoh melalui sikap dan tindakan.

Bagi Sabam, pemimpin bukan hanya mereka yang memiliki jabatan, tetapi mereka yang mampu menggerakkan kader, menjaga persatuan dan membawa organisasi tetap berada pada jalur yang positif.

RPP tiga kecamatan tersebut sekaligus memperlihatkan arah konsolidasi MPC Pemuda Pancasila Dairi yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan struktur baru.

Kaderisasi, integritas, pencegahan narkoba, sinergi pembangunan serta kontribusi sosial menjadi bagian yang ditekankan dalam proses tersebut.

Sabam Sibarani menegaskan, kekuatan organisasi akan sangat ditentukan oleh kualitas kader yang berada di dalamnya.

Karena itu, target memperluas struktur hingga 100 desa dan kelurahan harus berjalan beriringan dengan pembentukan kader yang mampu menjaga nama baik organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Organisasi harus kuat sampai ke akar rumput, tetapi kekuatan itu harus dibangun dengan kader yang benar-benar memahami tanggung jawabnya,” menjadi semangat yang mewarnai konsolidasi Pemuda Pancasila Dairi.

Dengan agenda RPP yang ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 30 Oktober 2026, MPC Pemuda Pancasila Dairi kini memasuki fase penguatan struktur sekaligus penataan kaderisasi untuk periode 2026–2029.

 

Sabam Sibarani Tegaskan Arah Baru Pemuda Pancasila Dairi: Kader Harus Loyal, Berintegritas dan Bebas Narkoba
Clara Siahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *