Pernyataan Sikap Empat Suku Menolak Perkebunan Sawit Di Tanah Adat Gemna 

Pandapotan H Hutagaol

Sorong Selatan, GaoelNews.com – Pertemuan Pengurus Lembaga Masyarakat Adat (LMA) GEMNA berlangsung di Hutan Damar, Konda.

Turut hadir Pengarah sekaligus Penasihat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sorong Selatan.

Dalam sambutannya, beliau mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan keselamatan bagi seluruh masyarakat di wilayah Gemna.

Ketua LMA Gemna berbicara memberikan waktu kepada ke-empat suku besar di wilayah ini: Yaben, Afsia, Gemna, dan Nakna.

Beliau mengajak seluruh warga untuk menyampaikan pandangan secara terbuka dan jujur terkait rencana pembukaan perkebunan sawit di tanah adat mereka.

Kami menolak secara resmi program perkebunan sawit masuk ke wilayah tanah adat kami. Ujar Ke-empat suku di wilayah gemna.

Tanah adalah mama (ibu) bagi kami — sumber kehidupan, warisan leluhur yang tidak bisa digantikan.

Ke empat suku meminta LMA Gemna untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak investor.

Kami siap bertemu dalam sidang terbuka yang diminta kepada Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, untuk memastikan secara jelas: Letak pasti wilayah yang diklaim
Batas-batas Hak Guna Usaha (HGU) yang telah ditetapkan investor

Hal ini sangat penting dilakukan untuk melindungi masa depan anak cucu kami, agar mereka tidak menderita di kemudian hari.

“Kami sangat tidak setuju jika perkebunan sawit diizinkan beroperasi di tanah adat kami.”

Pernyataan bersama keempat suku besar di wilayah LMA Gemna, Distrik Konda.

 Pernyataan Sikap Empat Suku Menolak Perkebunan Sawit Di Tanah Adat Gemna 
Yansen H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *