Pekanbaru, – GaoelNews.com — Berita kurang sedap berhembus dari lingkup Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Dikabarkan, bahwa Kapolda Riau, Irjen Pol, Herry Heriawan yang mengklaim Dirinya sangat respek dengan Gajah, bahkan turut menelusuri kematian Gajah hingga harus masuk kawasan hutan rimba di Riau beberapa waktu lalu.
Namun, disisi lainya, justru beredar isu kurang respek atau terkesan acuh tak acuh dengan Media, khususnya dengan awak redaksi Grup Media Aktual Indonesia.
Anggapan ini berawal dari adanya surat permohonan waktu untuk wawancara yang dilayangkan Redaksi Grup Media Aktual Indonesia terkait sejumlah isu krusial di wilayah hukum Provinsi Riau. Setelah 3 (tiga) minggu menunggu ternyata, Institusi yang konon katanya ber motto : PRESISI ,faktanya adalah seolah bermain Pimpong (saling lempar ,red).
“Silahkan bersurat ke Kapolda dan di masukkan melalui Setum Polda, dan tolong dikirmkan juga PDF nya ke Saya” Kata Asisten Pribadi Kapolda Riau, AKP Loni, pada Jumat (6/3/2026).
Hal yang sama juga di sampaikan oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zawani Panra Arsyad, S.H.,M.Si saat Dewan Redaksi mencoba ber koordinasi atas surat yang telah di layangkan Jurnalis Grup Aktual Indonesia,justru Kabid Humas mengarahkan agar surat tersebut di teruskan kepada Kasubdit Penerangan Humas Polda Riau, AKBP Samosir.
Melihat respon dari Kapolda Riau, dan para petinggi di Polda Riau tersebut, akhirnya, Ketua Indonesia Police Wacht (IPW), Sugeng Teguh Santoso, angkat bicara dan mengatakan sikap Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan kurang bertanggung jawab, dan tidak baik di mata masyarakat khususnya Insan Pers yang melaksanakan tugas dan dilindungi Undang-Undang.

“Saya kira itu tidak baik ya untuk sebuah citra institusi Kepolisian yang mustinya dapat di jaga oleh Kapolda Riau. Memang soal birokrasi ini dimana-mana menurut Saya masih belum menujukkan tatanan yang baik ya” ujar Sugeng kepada jurnalis Aktualdetik.com.
Sugeng juga berharap dan mendorong supaya Kapolda Riau dapat menujukkan sikap respek terhadap Wartawan sebagai Mitra kerjanya yang sudah melayangkan surat resmi untuk meminta waktu wawancara.
“Karena dipastikan, jika seorang Kapolda tidak menunjukkan antusiasme dan respek positif atas hubungannya dengan Pers, akan memunculkan sentimen negatif dan kesan citra buruk terhadap institusi. Karena sudah seharusnya, Wartawan itu mengajukan berbagai pertanyaan yang terkait dengan tugas-tugas Pers dan isu-isu yang sedang berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat, khususnya di Riau,” tegasnya menutup.Red












