Pelelawan,- GaoelNews.com – Dewan pimpinan pusat solidaritas peduli keadilan Nasional
( DPP SPKN ) sampaikan pada awak media 2 April 2026
Disebut Dinas Kesehatan Pelalawan melakukan pengadaan alat Pengecekan Kesehatan pada tahun 2024 yang dilaksanakan PT Sintesa Inti Nusa dengan total nilai pengadaan sebesar Rp.4.765.132.100 berupa:
1. Paket Bundling Uric Acid Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet senilai Rp.1,499,400,100
2. paket bundling cholesterol strip + alkohol swab + handscoon + blood Lancet Set 1,403,532,000
3. Paket Bundling Glucose Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet 1,862,200,000
Berdasarkan penelusuran Tim Investigasi diperoleh data dan informasi sebagai berikut:
– Bahwa paket Paket Bundling Uric Acid Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet ditemukan dengan perkiraan harga sekitar Rp.125.000 sampai dengan Rp.200.000 dengan isi 100 pcs.
– Bahwa Paket Bundling Cholesterol Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet ditemukan dengan harga Rp.Rp.150.000 sampai dengan Rp.250.000 dengan isi 100 pcs.
– Bahwa Paket Bundling Glucose Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet ditemukan dengan harga Rp. 250.000 sampai dengan Rp.500.000 dengan isi 100 pcs.
– Berdasarkan perhitungan sementara jika pembelian Paket Bundling Glucose Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet dengan nilai total Rp.1,862,200,000 maka diperoleh sebanyak 3.700 Paket dengan isi sebanyan 37.000 pcs alat.
– Bahwa menurut informasi yang diperoleh pengadaan alat kesehatan ini digunakan untuk cek kesehatan anggota KPPS Kabupaten Pelalawan pada pemilu Tahun 2024
– Bahwa diketahui terdapat sebanyak 7.650 petugas yang terpilih pada Pemilu 2024 yang tersebar di seluruh Kecamatan di kabupaten Pelalawan.
dari Uraian diatas dapat kami Simpulkan
1. Terdapat Mark-Up Harga dan Volume pada pengadaan Alat kesehatan tahun anggaran 2024, hal ini diketahui dari pengecekan harga melalui marketplace maupun toko Alat Kesehatan di Pekanbaru.
2. Bahwa jumlah volume Pengadaan dianggap terlalu besar mengingat anggota KPPS yang mendaftar dan melakukan pengecekan tidak sampai 10.000 petugas untuk Kabupaten Pekanbaru. Sementara itu pengadaan alat cek kesehatan mencapai 37.000 pcs, sehingga dapat dianggap sebagai pemborosan sehingga menimbulkan kerugian negara.
Frans sampaikan ada ya dugaan korupsi yang kami sampaikan maka untuk itu kami tim DPP SPKN segera buat laporan dan menghimbau seluruh wartawan dan LSM/aktivis yang ada di Riau mari observasi kegiatan ini hingga mendapatkan adanya titik terang.red












