PAKPAK BHARAT – GaoelNews.com – Kehadiran Jembatan Perintis Garuda di Dusun Cubancer, Desa Kaban Tengah, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini mengandalkan akses tersebut untuk menuju lahan pertanian.
Jembatan sepanjang 70 meter dan lebar 1,5 meter itu resmi diresmikan oleh Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana, S.H., M.I.P., Senin (31/8/2026). Pembangunan jembatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah bersama TNI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Sebelum jembatan dibangun, masyarakat Dusun Cubancer masih menggunakan jembatan kayu sebagai akses menuju lahan pertanian. Kondisinya dinilai kurang aman karena belum dilengkapi pengaman di kedua sisi. Bagi petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut, kondisi itu tentu menjadi tantangan tersendiri, terlebih saat membawa hasil pertanian.
Kini, masyarakat memiliki akses yang lebih layak untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memperlancar pengangkutan hasil pertanian dari ladang menuju permukiman maupun pasar.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda turut dihadiri Bupati Pakpak Bharat Frans Benhard Tumanggor, Kapolsek Sukarame AKP Sukamto Berutu mewakili Kapolres Pakpak Bharat, Pabung Kodim 0206/Dairi Mayor Czi M. Tambunan, Danramil 06/Kerajaan Kapten Inf A Siregar, Ketua Komisi I DPRD Pakpak Bharat Lukman Banurea, S.E., M.M. mewakili Ketua DPRD, Kadis PUPR Pakpak Bharat Manotar Silalahi, Camat STTU Jehe Mike B. Ujung, Kepala Desa Kaban Tengah Nihan Barasa serta sejumlah tokoh masyarakat.
Rangkaian peresmian diawali dengan upacara, doa bersama, penyampaian sambutan, tepung tawar, hingga pengguntingan pita sebagai tanda Jembatan Perintis Garuda resmi dapat dimanfaatkan masyarakat.
Dalam sambutannya, Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari pelaksanaan perintah Presiden melalui Kepala Staf Angkatan Darat yang diteruskan secara berjenjang hingga satuan kewilayahan.
“Ini merupakan pembuktian negara hadir untuk rakyat,” ujar Dandim.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan informasi mengenai wilayah yang masih membutuhkan pembangunan maupun perbaikan jembatan. Informasi tersebut nantinya dapat menjadi bahan untuk menentukan skala prioritas pembangunan.
Di sisi lain, Dandim mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Menurutnya, keberadaan infrastruktur akan memberikan manfaat maksimal apabila dijaga secara bersama-sama.
Bupati Pakpak Bharat Frans Benhard Tumanggor menyampaikan apresiasi kepada TNI AD, khususnya Kodim 0206/Dairi, atas pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebut.

Ia menyebut pembangunan jembatan itu menjadi bagian dari pembangunan lima jembatan yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat turut memberikan dukungan untuk penyempurnaan bagian pinggir jembatan dengan bantuan material sebanyak 100 sak, yang diawali dengan penyaluran 50 sak.
“Pemerintah daerah tentu menyambut baik pembangunan infrastruktur yang langsung memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama dalam mendukung akses menuju lahan pertanian,” kata Frans.
Peresmian berlangsung aman dan tertib hingga selesai sekitar pukul 12.30 WIB.
Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda, masyarakat Dusun Cubancer kini memiliki akses yang lebih mudah, aman dan efisien. Bagi para petani, jembatan ini diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.
Lebih dari sekadar bangunan penghubung, jembatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam membuka akses serta menghadirkan pembangunan yang dirasakan langsung oleh rakyat. (Clara)










