DAIRI, GaoelNews.com – Bupati Dairi Vickner Sinaga terus mendorong percepatan pembangunan dengan menitikberatkan pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, arah kebijakan Pemkab Dairi diarahkan untuk mengubah pola ekonomi dari sekadar menghasilkan bahan mentah menjadi daerah yang mampu menciptakan produk bernilai tambah. Pertanian, khususnya kopi, pariwisata, UMKM, energi terbarukan, dan ekonomi kreatif menjadi sektor yang terus dikembangkan.
Kopi dan Penguatan SDM
Kopi Sidikalang menjadi salah satu komoditas unggulan yang didorong melalui edukasi pascapanen, penguatan koperasi petani, teknologi roasting dan pengemasan, serta penguatan sertifikasi Indikasi Geografis.
Ekosistem kopi juga diperkuat melalui pengembangan barista dan Coffee Academy, yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan generasi muda, petani, pelaku UMKM, dan pelaku usaha kopi.
Pengembangan pariwisata di kawasan Silahisabungan turut diarahkan untuk mengintegrasikan budaya, wisata kopi, ekonomi kreatif, dan homestay masyarakat agar kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
Investasi dan Energi Terbarukan
Dairi juga membuka peluang investasi energi terbarukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dengan potensi investasi sekitar Rp500 miliar.
Selain itu, Pemkab Dairi terus memperkuat jejaring nasional dan internasional, termasuk membuka peluang kerja sama dengan Italia dan FAO dalam pengembangan pertanian, teknologi, dan akses pasar. Jejaring tersebut turut diperkuat melalui Prof. Junimart Girsang.
Infrastruktur dan Gotong Royong
Di sektor infrastruktur, perbaikan jalan terus dipacu. Sekitar 200 titik jalan menjadi sasaran perbaikan untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Pembangunan juga tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Vickner kembali mendorong semangat gotong royong sebagai warisan leluhur untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan dan fasilitas publik.
Salah satu program strategis lainnya adalah Sekolah Rakyat dengan dukungan anggaran sekitar Rp300 miliar dari Kementerian Sosial, sementara pelaksanaan pembangunan fisiknya melibatkan Dinas Pekerjaan Umum. Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan sekaligus membuka peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia Dairi.
Perkuat Jaminan Kesehatan dan Pelayanan Publik
Di bidang kesehatan, pencapaian Universal Health Coverage (UHC) sekitar 95 persen menjadi salah satu langkah penting Pemkab Dairi dalam memperluas jaminan kesehatan masyarakat.
Vickner juga terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan Ombudsman RI. Kolaborasi antarpemerintah dipandang penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, transparan, dan responsif.
Perkuat Keamanan dan Sinergi
Dalam menjaga keamanan daerah, Pemkab Dairi memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum. Pertemuan bersama Anggota DPR RI Komisi III Mangihut Sinaga dan Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan membahas langkah konkret pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Dairi, khususnya dalam melindungi generasi muda.
Merekam Perjalanan melalui Buku
Selain menjalankan agenda pemerintahan, perjalanan Vickner Sinaga bersama tim kecilnya juga dituangkan dalam karya buku “Solusi Out of the Box”. Hingga kini telah terbit seri keenam, yang menjadi edisi terbaru.
Buku tersebut menjadi dokumentasi perjalanan, pemikiran, pengalaman, serta proses yang dilalui Vickner bersama tim kecilnya dalam menjalankan pengabdian dan mendorong perubahan di Kabupaten Dairi.
Dengan berbagai agenda tersebut, mulai dari hilirisasi kopi, Coffee Academy, pengembangan pariwisata, investasi PLTM, Sekolah Rakyat, UHC 95 persen, perbaikan sekitar 200 titik jalan, penguatan UMKM, jejaring internasional, pelayanan publik, pemberantasan narkoba hingga menghidupkan kembali semangat gotong royong, kepemimpinan Vickner Sinaga diarahkan untuk membangun Dairi yang semakin produktif, mandiri, terkoneksi, dan berdaya saing.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meletakkan fondasi pembangunan jangka panjang sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Dairi.










