Program Makan Bergizi Gratis di Langsa Timur Dorong Gizi Masyarakat dan Pertumbuhan UMKM Lokak.

Pandapotan H Hutagaol

Langsa, GaoelNews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG Yusri SKM memberikan dampak positif bagi peserta didik sebagai penerima manfaat. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM dan masyarakat lokal.

Program tersebut dijalankan oleh Yayasan Mitra Keluarga dengan Yusri SKM Syawal sebagai PIC Mitra SPPG Sugaillung Langsa Timur Sabtu,12/9/26.

Pelaksanaan MBG diharapkan mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui penyediaan makanan yang bergizi, seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat. Di sisi lain, kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, sayuran, buah-buahan, dan lauk-pauk membuka peluang bagi petani, nelayan, pedagang, serta UMKM lokal untuk terlibat dalam rantai pasok program.

Yayasan Mitra Keluarga mengatakan mekanisme MBG yang berjalan saat ini sudah baik dan perlu terus dioptimalkan melalui evaluasi.

“Menurut kami, program MBG dengan mekanisme yang sudah berjalan saat ini sudah sangat baik. Sistem yang ada telah memiliki alur dan pengelolaan yang jelas, mulai dari penyediaan makanan sampai pendistribusiannya kepada penerima manfaat. Yang terpenting adalah bagaimana mekanisme tersebut terus diperkuat dan ditingkatkan kualitasnya,”jelasnya.

Yusri SKM menambahkan, perbaikan tidak harus dilakukan dengan mengganti sistem yang ada, tetapi dengan mengevaluasi kekurangan dan mencari solusi agar pelayanan semakin efektif.

“Program yang berjalan sekarang sudah baik, tinggal bagaimana kita mencari cara agar dengan sistem yang sekarang ini bisa menjadi lebih baik lagi. Kita evaluasi apa saja yang masih kurang, kemudian kita perbaiki bersama. Jadi, bukan berarti sistem yang sudah ada harus diganti, tetapi bagaimana kita mengoptimalkannya agar pelayanan kepada penerima manfaat semakin baik,” ujar Yusri SKM.

Yusri SKM menegaskan juga menanggapi usulan pelaksanaan MBG melalui kantin sekolah. Menurutnya, mekanisme tersebut perlu dikaji dan dipersiapkan secara matang agar tidak menimbulkan persoalan efisiensi.

“Kalau program MBG dibuat melalui kantin sekolah, menurut kami perlu ditunjang dan dikaji kembali secara menyeluruh. Jangan sampai mekanisme baru justru memberikan dampak yang kurang efisien, terutama dari sisi waktu pelayanan, antrean siswa, kapasitas kantin, pengawasan makanan, serta pengelolaan jumlah porsi,”kata Yusri SKM.

Optimistis Penyelesaian dalam waktu dekat
Ia menilai jumlah siswa yang banyak dapat menyebabkan antrean apabila seluruh penerima manfaat dilayani melalui kantin dalam waktu bersamaan. Karena itu, kesiapan fasilitas, tenaga, kapasitas, dan sistem distribusi perlu menjadi pertimbangan.

Kepala SPPG Sugaillung Langsa Timur Mitra Yusri SKM mengatakan pengelolaan MBG dilakukan dengan memperhatikan kualitas makanan, kebersihan, proses produksi, dan kebutuhan penerima manfaat.

“Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi gizi, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Ketika kebutuhan bahan pangan dapat dipenuhi melalui pelaku usaha lokal yang memenuhi standar, maka secara tidak langsung akan membantu menggerakkan roda perekonomian di daerah,” katanya.

Keterlibatan pelaku usaha lokal juga berpotensi meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan pekerjaan dalam pengadaan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.

Program MBG di Langsa Timur diharapkan terus memberikan manfaat bagi penerima manfaat sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Dengan evaluasi dan pengelolaan yang baik, sistem yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan tanpa mengurangi efektivitas dan manfaat program.

 

Program Makan Bergizi Gratis di Langsa Timur Dorong Gizi Masyarakat dan Pertumbuhan UMKM Lokak.
Zainal Abidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *