DAIRI, GaoelNews.com – Bupati Dairi Vickner Sinaga mendorong Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk tidak hanya berperan sebagai organisasi intelektual di lingkungan kampus, tetapi juga tampil sebagai kekuatan pemikiran yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Vickner saat menerima jajaran Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatera Utara bersama pengurus HMI Cabang Dairi–Pakpak Bharat–Karo di Pendopo Bupati Dairi, Sabtu (12/9/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan.
Di hadapan para pengurus HMI, Vickner menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus sekaligus kelompok intelektual yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.
“Saya senang bertemu kalian karena kalian adalah penerus masa depan yang akan melanjutkan pembangunan Kabupaten Dairi. Banyak hal yang dapat kalian lakukan. Kalian harus ‘naik kelas’ sebagai mahasiswa,” tegas Vickner.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengkritisi kebijakan pemerintah. Mahasiswa juga diharapkan mampu memahami persoalan secara menyeluruh, membangun komunikasi yang baik, serta menawarkan gagasan dan solusi yang konstruktif.
Vickner kemudian mencontohkan pendekatan yang dilakukannya dalam menyikapi dinamika pengelolaan Pasar Sidikalang.
Ketika terjadi aksi penyampaian aspirasi masyarakat terkait persoalan pasar, ia memilih membuka ruang dialog agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
“Saya selalu mengedukasi. Seperti kejadian kemarin ketika ada warga yang menyampaikan aspirasi terkait pasar, saya tidak ingin persoalan itu berlarut-larut. Saya langsung mengundang mereka untuk duduk bersama mencari solusi, dan pada hari itu juga persoalan dapat diselesaikan,” ujarnya.
Bagi Vickner, dialog dan edukasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif. Pendekatan tersebut juga dinilai dapat memastikan setiap persoalan diselesaikan melalui komunikasi dan pencarian solusi bersama.
HMI Dairi–Pakpak Bharat–Karo Resmi Menjadi Cabang Penuh
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi HMI Cabang Dairi–Pakpak Bharat–Karo. Organisasi yang sebelumnya berstatus Cabang Persiapan kini resmi berstatus Cabang Penuh.
Perubahan status tersebut menjadi tonggak baru bagi HMI dalam memperkuat eksistensi dan memperluas kontribusinya di tiga wilayah, yakni Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, dan Karo.
Ketua HMI Cabang Dairi–Pakpak Bharat–Karo, Dike Simbolon, mengatakan bahwa status Cabang Penuh bukan sekadar capaian administratif organisasi. Menurutnya, peningkatan status tersebut justru membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi kader HMI.
“Dengan status Cabang Penuh, HMI Cabang Dairi–Pakpak Bharat–Karo siap mengambil peran yang lebih aktif dalam menyumbangkan gagasan, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, serta berkolaborasi untuk mendorong kemajuan di tiga wilayah,” tegas Dike.
Ia menilai keberadaan HMI di tiga kabupaten tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kader HMI dituntut tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kepemudaan, dan pembangunan daerah.
Sementara itu, pengurus Badko HMI Sumatera Utara Bidang Partisipasi Pembangunan Wilayah, Aldi Munawar dan Pakto Tumangger, menegaskan kesiapan HMI untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
HMI, kata mereka, siap membangun sinergi dengan pemerintah tanpa kehilangan fungsi kritisnya sebagai organisasi mahasiswa.
Dengan demikian, HMI tidak hanya hadir untuk mengawal dan mengkritisi kebijakan, tetapi juga berupaya menghadirkan gagasan, kajian, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan beralihnya status menjadi Cabang Penuh, HMI Dairi–Pakpak Bharat–Karo diharapkan menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal untuk “naik kelas” secara organisasi maupun dalam kualitas kader. Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai mitra kritis dan konstruktif dalam pembangunan daerah.












