Sidikalang, GaoelNews.com – Kegiatan penertiban rutin yang dilaksanakan jajaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Sidikalang, Sabtu (12/9/2026), berlangsung seperti biasa. Namun, di tengah kesibukan petugas menata aktivitas perdagangan, suasana berbeda terlihat ketika jajaran direksi PD Pasar kedatangan sejumlah siswa SMA Negeri 1 Sidikalang.
Empat orang siswa, yakni Oktavia Sihombing, Marlita Hutasoit, Fransisca Tambunan, dan Aini Lumban Gaol, datang untuk melakukan wawancara dengan Direktur Utama PD Pasar Sidikalang, Lumpin Pangaribuan. Wawancara tersebut merupakan bagian dari tugas sekolah sekaligus kesempatan bagi para siswa untuk mengetahui secara langsung bagaimana pengelolaan dan penataan Pasar Sidikalang.
Dalam dialog tersebut, para siswa menggali berbagai informasi mengenai program yang sedang digalakkan PD Pasar Sidikalang, khususnya menyangkut kebersihan pasar, ketertiban pedagang, penataan pedagang yang masih berjualan di luar area pasar, sanksi terhadap pelanggaran, hingga imbauan kepada masyarakat sebagai pengguna pasar dan jalan.
Lumpin Pangaribuan menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan jajaran PD Pasar untuk menciptakan kondisi pasar yang lebih bersih, tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan penataan pasar tidak hanya bergantung kepada petugas. Menurutnya, pedagang dan pembeli memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan ketertiban.
Menariknya, dalam kesempatan tersebut Lumpin justru mengajak para pelajar untuk ikut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat.
Ia meminta para siswa agar menyampaikan pesan kepada orang tua, keluarga, saudara, maupun handai taulan agar ketika berbelanja di Pasar Sidikalang, masyarakat memilih berbelanja di dalam area pasar yang telah disediakan.
«“Sampaikan kepada orang tua dan keluarga kita, kalau berbelanja di pasar, mari tertib di dalam pasar. Kalau pembeli sudah masuk ke dalam, pedagang juga pasti akan mengikuti dan masuk ke tempat yang sudah disediakan,” ujar Lumpin.»
Menurutnya, ketertiban pasar merupakan sebuah mata rantai yang saling berkaitan. Jika masyarakat sebagai pembeli terbiasa berbelanja di tempat yang telah ditentukan, maka pedagang juga akan terdorong untuk mengikuti pola penataan tersebut.
Selain persoalan pasar, Lumpin juga mengingatkan para siswa untuk turut mengedukasi keluarga agar mematuhi aturan lalu lintas, termasuk menggunakan jalur jalan sesuai arah dan tidak melawan arus.

Imbauan tersebut dinilai penting mengingat kawasan Pasar Sidikalang merupakan salah satu titik dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga membutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban dan keselamatan.
Dalam kegiatan tersebut, Lumpin Pangaribuan tidak sendiri. Ia didampingi Direktur Umum PD Pasar Sidikalang Subhan Manik dan Direktur Operasional Manaek Simbolon, bersama jajaran staf PD Pasar. Penertiban juga melibatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi.
Kehadiran para siswa di tengah kegiatan penertiban tersebut menjadi warna tersendiri. Selain memperoleh bahan untuk tugas sekolah, para pelajar juga mendapatkan gambaran langsung mengenai dinamika pengelolaan pasar serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengelola pasar, pedagang dan masyarakat.
Bagi PD Pasar Sidikalang, kunjungan dan wawancara para pelajar tersebut juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan bahwa membangun pasar yang bersih dan tertib bukan semata-mata tugas petugas, melainkan tanggung jawab bersama.
Dialog sederhana antara pengelola pasar dan para pelajar itu pun memperlihatkan bahwa edukasi mengenai kebersihan, ketertiban, disiplin berlalu lintas, serta kepatuhan terhadap aturan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga.
Dengan demikian, penertiban pasar tidak hanya berbicara mengenai tindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga tentang membangun kesadaran masyarakat secara perlahan melalui komunikasi, edukasi, dan keteladanan.












