Dari Pencatat Meter Air Menjadi Ketua PERPAMSI Sumut, Wahlin Munthe Ukir Sejarah bagi Dairi

Sidikalang – GaoelNews.com – Tidak banyak pemimpin perusahaan air minum yang memulai perjalanan kariernya dari lapangan sebagai pencatat meter pelanggan. Namun, kisah itu menjadi kenyataan bagi Wahlin Munthe, SH., MH., Direktur Utama Perumda Air Minum Lae Nciho Kabupaten Dairi, yang kini mengukir sejarah sebagai putra pertama asal Dairi yang dipercaya memimpin Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Provinsi Sumatera Utara.

Terpilihnya Wahlin secara aklamasi dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) PERPAMSI Sumatera Utara di Medan, Sabtu (20/6/2026), menjadi bukti bahwa dedikasi, kompetensi, dan pengalaman panjang dalam sektor pelayanan air minum mampu mengantarkan seseorang menuju puncak pengabdian profesional.

Sebanyak 33 perwakilan penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari kabupaten dan kota se-Sumatera Utara memberikan kepercayaan penuh kepada Wahlin untuk memimpin organisasi tersebut hingga tahun 2030, menggantikan ketua sebelumnya yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

“Tidak ada yang mustahil ketika takdir telah digariskan oleh Sang Pencipta. Kita hanya menjalani prosesnya dengan penuh ikhtiar, kesabaran, dan rasa syukur,” ujar Wahlin Munthe saat diwawancarai sepulang dari Medan, Senin (22/6/2026).

Organisasi Strategis Pengelolaan Air Minum Nasional
PERPAMSI merupakan organisasi nasional yang menaungi penyelenggara layanan air minum di seluruh Indonesia, baik yang berbentuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum) maupun unit penyelenggara layanan air minum pemerintah daerah lainnya.

Di Sumatera Utara, PERPAMSI membawahi 19 PDAM/Perumda Air Minum, serta beberapa penyelenggara layanan air minum lainnya, termasuk unit layanan yang beroperasi melalui skema Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Salah satunya adalah layanan air minum di Kabupaten Pakpak Bharat yang berada di bawah UPT PUPR namun tetap menjadi bagian dari pembinaan dan koordinasi PERPAMSI.

Sebagai organisasi profesi dan teknis, PERPAMSI berperan memberikan pendampingan, konsultasi, advokasi kebijakan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga transfer pengetahuan dalam bidang pengelolaan air minum.

PERPAMSI juga menjadi wadah peningkatan kompetensi bagi para pengelola perusahaan air minum, mulai dari pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA), manajemen kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), penyusunan neraca air, pengembangan jaringan distribusi, peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, hingga tata kelola perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.

“Melalui PERPAMSI, kita bisa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Banyak tenaga teknis daerah yang mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari para ahli pengelolaan air minum nasional. Bahkan beberapa staf Perumda Lae Nciho telah kami kirim mengikuti pendidikan teknis yang difasilitasi melalui jaringan PERPAMSI dan Perumda Tirtanadi,” ungkap Wahlin.

Dari bawah hingga Pimpinan Organisasi Air Minum Sumut
Di balik jabatan prestisius yang kini disandangnya, Wahlin Munthe berasal dari keluarga sederhana di Lae Mbulan, Desa Kuta Ujung, Kabupaten Pakpak Bharat.

Lahir sekitar 56 tahun silam dari keluarga petani, Wahlin memahami betul arti perjuangan hidup. Keterbatasan ekonomi tidak membuatnya menyerah mengejar pendidikan. Demi melanjutkan kuliah, ia pernah bekerja sebagai penarik becak dayung di Kota Medan.

Perjuangan itu terus berlanjut ketika ia memulai karier sebagai tenaga honorer pencatat meter air di PDAM Tirta Nciho pada tahun 2000.

Saat itu, tugasnya sederhana: mendatangi rumah-rumah pelanggan untuk mencatat angka pemakaian air. Namun dari pekerjaan yang dianggap kecil itulah, Wahlin belajar memahami denyut pelayanan air minum secara langsung, mulai dari kebutuhan pelanggan hingga tantangan operasional perusahaan.

“Saya selalu percaya bahwa rasa syukur adalah obat ketika merasa kekurangan. Jangan pernah memandang rendah sebuah pekerjaan. Selama pekerjaan itu halal, maka di situlah jalan kehidupan sedang dibentuk,” tuturnya.

Memimpin Transformasi Perumda Lae Nciho
Loyalitas dan dedikasi yang ditunjukkannya selama bertahun-tahun mengantarkan Wahlin dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Lae Nciho pada tahun 2017.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, penguatan sistem manajemen perusahaan, pengembangan jaringan distribusi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kinerja perusahaan terus menunjukkan tren positif sehingga pada tahun 2018 Wahlin ditetapkan sebagai Direktur Utama definitif.

Saat ini Perumda Air Minum Lae Nciho telah berkembang dengan 10 cabang pelayanan yang menjangkau berbagai wilayah Kabupaten Dairi serta mempekerjakan sekitar 250 pegawai.

Perusahaan daerah tersebut juga menjadi salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berkontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah dengan total pembayaran gaji karyawan yang mencapai sekitar Rp1 miliar setiap bulan.

Lebih dari sekadar perusahaan penyedia air bersih, Perumda Lae Nciho kini menjadi instrumen penting dalam mendukung kesehatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, perhotelan, usaha mikro, hingga pelayanan pemerintahan.

Jabatan Adalah Ujian Sesungguhnya
Di luar aktivitas profesionalnya, Wahlin dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Saat ini ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dairi.

Dalam kehidupan keluarga, ia didampingi sang istri, Dra. Nuraida Tumanggor, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan dikaruniai empat orang anak, terdiri dari dua putra dan dua putri.

Meski kini memimpin organisasi air minum terbesar di Sumatera Utara, Wahlin mengaku tetap memegang prinsip hidup yang sederhana.

Menurutnya, kesulitan hidup bukanlah ujian terbesar. Justru jabatan dan kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Menjalani kehidupan yang serba terbatas memang ujian. Tetapi ketika seseorang diberi jabatan, itulah ujian yang sebenarnya. Ukurannya sederhana, apakah keberadaan kita membawa manfaat bagi banyak orang atau tidak,” ujarnya.

Terpilihnya Wahlin Munthe sebagai Ketua PERPAMSI Sumatera Utara bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi simbol bahwa sektor air minum membutuhkan pemimpin yang lahir dari pengalaman lapangan, memahami setiap tetes air yang disalurkan kepada pelanggan, dan mengerti bahwa pelayanan air bersih adalah pelayanan dasar yang menyangkut kualitas hidup masyarakat.

Dari seorang pencatat meter air hingga memimpin organisasi yang menaungi penyelenggara layanan air minum di Sumatera Utara, perjalanan Wahlin Munthe menjadi bukti bahwa kerja keras, kompetensi, integritas, dan kesabaran mampu mengalirkan seseorang menuju muara keberhasilan. Sebuah tinta emas yang kini tercatat dalam sejarah Kabupaten Dairi dan dunia pelayanan air minum di Sumatera Utara.

Dari Pencatat Meter Air Menjadi Ketua PERPAMSI Sumut, Wahlin Munthe Ukir Sejarah bagi Dairi
Clara Siahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *