DAIRI – Gaoelnews.com -PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berorientasi pada peningkatan kapasitas ekonomi berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai bagian dari rangkaian program tahun 2026, PT DPM menginisiasi kegiatan Demonstration Plot (demplot) budidaya ikan air tawar bagi masyarakat desa lingkar tambang atau Desa Ring 1. Program tersebut dipusatkan di Desa Polling Anak-anak dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Perikanan serta pemerintah desa setempat.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan darat yang produktif, adaptif, dan berdaya saing.
Sebanyak 13 pemilik kolam ikan mengikuti pelatihan teknis intensif yang mencakup standarisasi konstruksi kolam, pengujian kualitas air dan tingkat keasaman (potential hydrogen/pH), manajemen nutrisi dan pakan, hingga penerapan teknik budidaya berkelanjutan yang menitikberatkan pada efisiensi produksi dan kesehatan ikan.
Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, PT DPM juga memberikan dukungan sarana dan prasarana budidaya, meliputi pembangunan keramba ikan, instalasi jaringan saluran air menggunakan paralon, penyediaan benih ikan bersertifikat, serta bantuan pakan berkualitas tinggi.
Dukungan tersebut diharapkan mampu menciptakan model usaha perikanan air tawar yang mandiri dan memiliki nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat desa binaan.
Chief Legal and External Relation Officer PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, melalui Superintendent External Relation, Baiq Idayani, mengatakan bahwa perusahaan hadir bukan hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif.
“Melalui pelatihan budidaya perikanan air tawar ini, PTDPM berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan agar warga dapat mandiri dan terus berkembang,” ujar Radianto dalam keterangan pers, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, pengembangan sektor perikanan air tawar memiliki prospek besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan, terutama melalui optimalisasi sumber daya lokal dan peningkatan produktivitas usaha berbasis komunitas.
Tidak hanya di sektor perikanan, PTDPM juga aktif menjalankan program penguatan ekonomi masyarakat di bidang agribisnis. Perusahaan saat ini tengah mengembangkan sejumlah komoditas unggulan daerah seperti kopi robusta, kakao, dan durian di wilayah operasionalnya.
Dalam pelaksanaannya, PT DPM bersinergi dengan Dinas Pertanian, pemerintah desa, kelompok tani, serta para penyuluh pertanian lapangan guna meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan teknis dan pendampingan berkelanjutan.
Sebanyak 47 petani terpilih dari total 200 kandidat program tahun 2025 telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pertanian yang dilaksanakan di wilayah Sopogadong.
Bersama para penyuluh pertanian lapangan, peserta mendapatkan pelatihan budidaya kopi, kakao, dan durian, termasuk teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), manajemen kesuburan tanah, serta pemanfaatan pupuk khusus dan vitamin tanaman untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Selain peningkatan kapasitas teknis, PTDPM juga membuka akses pengembangan pasar dan mendukung penyediaan sarana produksi pertanian sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem agribisnis yang berkelanjutan.
Melalui berbagai inisiatif terintegrasi tersebut, PTDPM berharap Desa Polling Anak-anak dan wilayah binaan lainnya dapat berkembang menjadi kawasan ekonomi produktif berbasis perikanan dan agribisnis yang mandiri, inovatif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(clara)












