Sekolah Rakyat Hadir di Dairi, Tonggak Baru Transformasi Pendidikan Inklusif dan Pengentasan Kemiskinan

DAIRI,- Gaoelnews.com – Kabupaten Dairi bersiap memasuki babak baru dalam pembangunan sumber daya manusia. Di bawah kepemimpinan Bupati Dairi, Vickner Sinaga, sebuah langkah strategis dan bersejarah tengah diwujudkan melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat, program prioritas nasional yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan.

Kabar menggembirakan ini menyusul terbitnya Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia Nomor 1378/1/PR.01.04/4/2026 tertanggal 16 April 2026 tentang Pemberitahuan Hasil Survei dan Pemenuhan Readiness Criteria Sekolah Rakyat di Kabupaten Dairi. Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dairi dapat dilaksanakan setelah seluruh persyaratan kesiapan pembangunan dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Dairi.

Capaian ini merupakan hasil dari komitmen kuat dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Dairi di bawah arahan Bupati Vickner Sinaga, yang sejak awal menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta berbagai pemangku kepentingan, Pemkab Dairi secara konsisten mengawal proses pengusulan hingga verifikasi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Keputusan ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan pemerintah pusat atas kesiapan awal Kabupaten Dairi dalam mendukung program pendidikan transformatif yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan akses belajar, tetapi juga pada upaya sistematis memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Sekolah Rakyat direncanakan dibangun di Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, di atas lahan seluas 5,04 hektare yang telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi. Penetapan lokasi ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkab Dairi dalam menyiapkan lahan terbaik, legal, dan representatif untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan berstandar nasional.

Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan tim Kementerian Pekerjaan Umum, lokasi tersebut dinilai sangat potensial dan memenuhi berbagai indikator teknis dasar untuk pengembangan kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama.

Sertifikat lahan telah tersedia sebagai bentuk kepastian legalitas. Akses menuju lokasi juga dinilai memadai, dengan jarak sekitar 250 meter dari jalan utama dan lebar jalan mencapai 9 meter, sehingga mendukung mobilitas serta konektivitas kawasan. Dukungan infrastruktur dasar seperti jaringan listrik dan pasokan air bersih dari PDAM turut memperkuat kelayakan lokasi tersebut.

Secara topografis, kondisi lahan relatif datar dengan sedikit kontur alami. Meski terdapat cekungan di bagian tengah, kondisi ini masih sangat memungkinkan untuk dilakukan penataan melalui proses pematangan lahan. Yang paling penting, lokasi tersebut dinyatakan aman dari ancaman bencana hidrometeorologi maupun geologi, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi. Hal ini menjadi faktor krusial dalam pembangunan fasilitas pendidikan berkelanjutan.

Namun demikian, sebelum pembangunan fisik dimulai, terdapat sejumlah tahapan strategis yang harus segera dituntaskan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi. Di antaranya adalah penyelesaian dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) yang saat ini masih berproses, penghapusan aset bangunan eksisting di lokasi, serta pelaksanaan pematangan lahan guna memastikan kesiapan konstruksi secara optimal.

 

Bupati Vickner Sinaga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi berkomitmen penuh untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan peluang besar bagi Dairi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Program ini hadir sebagai inovasi kebijakan nasional yang mengintegrasikan pendidikan formal, pembinaan karakter, penguatan keterampilan, dan pembangunan mental dalam satu ekosistem pendidikan berasrama.

 

Model pendidikan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang holistik, di mana peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.

 

Bagi Kabupaten Dairi, kehadiran Sekolah Rakyat memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pembangunan infrastruktur pendidikan. Program ini merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan modal manusia, yang akan memberikan dampak berlipat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, pengurangan kesenjangan sosial, serta percepatan pembangunan daerah.

 

Selain itu, keberadaan Sekolah Rakyat juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas pembangunan, pembukaan lapangan kerja, serta berkembangnya sektor-sektor pendukung di sekitar kawasan pendidikan.

 

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Dairi kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pelopor implementasi Sekolah Rakyat di Indonesia.

 

Jika seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan sesuai target, maka Sekolah Rakyat di Dairi tidak hanya akan menjadi pusat pendidikan unggulan, tetapi juga simbol nyata kehadiran negara dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.

 

Di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga, Pemerintah Kabupaten Dairi terus menunjukkan komitmennya bahwa pembangunan sejati dimulai dari investasi pada manusia. Sebab, membangun sekolah bukan sekadar mendirikan bangunan, melainkan menanam harapan, menyiapkan generasi, dan membentuk peradaban.

clara

Sekolah Rakyat Hadir di Dairi, Tonggak Baru Transformasi Pendidikan Inklusif dan Pengentasan Kemiskinan
Clara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *