Aceh Timur – GaoelNes.com – Di sebuah sudut Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di Desa Matang Neuhen, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, aroma pisang bolen yang baru keluar dari oven kerap mengundang siapa saja yang melintas untuk berhenti sejenak. Di balik kehangatan rasa itu, ada kisah keteguhan seorang perempuan yang akrab disapa Bunda,(12/05/2026).
Bunda dikenal sebagai istri dari Abu Rih, seorang ulama yang selama beliau dalam keadaan sehat aktif memberikan pengajian di berbagai masjid dan meunasah di Aceh Timur, bahkan hingga ke beberapa kabupaten dan kota di Aceh.
Saat ini, Abu Rih sedang menjalani penyembuhan akibat stroke ringan. Kondisi tersebut tentu menjadi ujian tersendiri bagi keluarga mereka.
Namun, Bunda tidak memilih untuk berdiam diri. Dengan keterampilan yang dimilikinya, ia mulai merintis usaha pisang bolen yang diolah secara higienis dan tanpa bahan pengawet. Usaha kecil itu kini menjadi sumber semangat baru sekaligus penopang ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah, pisang molen olahan saya saat ini banyak diminati oleh masyarakat, baik warga Bagok maupun warga Idi Cut, serta warga yang melintas,” ujar Bunda dengan senyum sederhana.
Pisang bolen buatan Bunda dikenal memiliki cita rasa khas—renyah di luar, lembut di dalam, dengan isian pisang yang manis alami dan coklat yang “lumer”.
Selain dijual kepada masyarakat umum, produk ini juga kerap dipesan dalam jumlah besar oleh perusahaan dan berbagai instansi di Aceh Timur untuk acara maupun konsumsi kegiatan.
Bagi Bunda, usaha ini bukan sekadar aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, ini adalah bentuk ikhtiar, kemandirian, dan doa yang terus ia panjatkan untuk kesembuhan suaminya. Setiap adonan yang dibuat seakan menyimpan harapan, setiap loyang yang keluar dari oven menjadi simbol ketabahan seorang istri.
Di tengah tantangan hidup, Bunda membuktikan bahwa semangat tidak pernah mengenal batas usia maupun keadaan. Dari dapur sederhana di Matang Neuhen, lahir bukan hanya pisang bolen yang lezat, tetapi juga inspirasi tentang keteguhan, keikhlasan, dan kekuatan seorang Bunda Aceh.


