DAIRI – Gaoelnews.com – Tidak ingin program Jalan Tanpa Genangan Air (Jatagena) berhenti sebatas pembangunan, Pemerintah Desa Kalang bersama masyarakat mengambil langkah nyata untuk menjaga dan memperpanjang usia jalan melalui pemeliharaan secara swadaya. Sebanyak dua drum aspal disiapkan untuk mendukung perawatan jalan di Dusun II dan Dusun III Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Kamis (4/9/2026).
Satu drum aspal berasal dari Kepala Desa Kalang Ranto Nababan, sementara satu drum lainnya merupakan hasil swadaya masyarakat. Dukungan juga diberikan Daniel Batubara yang menyediakan wallas beserta operator untuk membantu proses pemadatan jalan.
Gotong royong tersebut menjadi gambaran bagaimana masyarakat bersama pemerintah desa berupaya mempertahankan hasil pembangunan dengan mengedepankan kepedulian dan kebersamaan.
Desa Kalang sendiri terdiri dari enam dusun dengan jumlah sekitar 1.200 kepala keluarga. Pelaksanaan pemeliharaan kali ini difokuskan pada ruas jalan di Dusun II dan Dusun III sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi Jatagena agar tetap dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kepala Desa Kalang, Ranto Nababan, mengatakan pemeliharaan secara gotong royong merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga infrastruktur yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan gerakan gotong royong yang menjadi bagian dari gebrakan Bupati Dairi dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.
“Gotong royong ini merupakan gebrakan Bupati Dairi. Kita juga ingin membangkitkan kembali warisan budaya leluhur, sebagai wujud kebersamaan dan saling bahu-membahu demi kemajuan desa, dusun, dan kecamatan,” ujar Ranto.
Ia menegaskan, keberlanjutan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran serta masyarakat dalam merawat hasil pembangunan sangat diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Jatagena ini harus kita jaga bersama. Apa yang sudah dibangun jangan hanya digunakan, tetapi juga dirawat agar tetap bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Gotong royong tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas, Kasi Pemerintahan Desa Neni Pinem, serta Camat Sidikalang Mawardy S. Tumangger.
Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan tersebut memperlihatkan adanya kolaborasi dalam menjaga infrastruktur sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Desa Kalang tidak hanya melakukan pemeliharaan jalan, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat pembangunan dapat tumbuh dari kepedulian masyarakat sendiri. Swadaya berupa aspal, peralatan, tenaga, maupun dukungan lainnya menjadi modal sosial dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tingkat desa.(clara)












