Aceh Timur, – Gaoelnews.com – Advokasi IWO Muhajirin S.H untuk Menimba Ilmu ,Tangkapan layar rekaman video viral jembatan Titi penghubung Desa Keude Dua kec.Darul Ihsan – Desa Bantayan Timur kec.Idi Tunong pasca di terjang banjir silam sampai saat ini ini belum diperbaiki alias tidak ada respon oleh pihak Pemda kabupaten Aceh Timur.
Mirisnya Anak sekolah Menggunakan perahu apa ada nya sementara sungai tersebut sangat vital dan rawat kemunculan Buaya karena Titi sungai tersebut hulu dari Sungai Ulee Tutu Idi Rayeuk.
pelajar sekolah di desa Keude Dua kec Darul Ihsan dan desa Bantayan Timur kec Idi Tunong melewati jembatan gantung yang tidak layak untuk di seberanggi untuk berangkat ke sekolah.
Mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi jembatan gantung yang tidak layak demi mencapai sekolahnya menjadi viral di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi satu menit yang diterima oleh media online., terlihat beberapa siswa dari SD Negeri bergantian melintasi jembatan yang panjangnya lebih kurang 15 meter.
Jembatan tersebut hanya tersisa seling besi, sementara di bawahnya mengalir sungai yang cukup deras, membuat situasi semakin berbahaya.

Advokasi IWO Aceh Timur Muhajirin S.H Perekam video menjelaskan bahwa jembatan gantung yang menghubungkan dengan antara dua desa ini sangat mendesak untuk segera diperbaiki.
“Kepada, presiden ataupun bapak gubernur dan bupati yang sangat kami hormati, terutama kepada bapak Bupati Aceh Timur bapak Iskandar Alfarlaki. Kami berada di lokasi jembatan yang menghubungkan antara dua desa tidak jauh jaraknya hanya sekitar kurang lebih 15 meter,” ungkap.
Warga setempat berharap agar pemerintah daerah Aceh Timur dan Provinsi Aceh memberikan perhatian serius, karena jembatan tersebut merupakan akses utama bagi anak-anak menuju sekolah.
“Kami mohon jembatan ini segera dibenahi, karena prioritas untuk masyarakat dan anak-anak sekolah. Jarak sebenarnya dekat, tapi karena jembatan putus, mereka terpaksa menentu dengan ratambah perekam video tersebut.
Anggota DPR RI dapil Aceh dari partai Gerindra TA Khalid sudah pernah turun kelapangan bersama Dirjen PU Merencanakan Pengusulan Anggaran melalui (Konfirmasi Keuchik Keude dua) Namun Harapan kita juga percepatan pembangunan jembatan tersebut,mengingat putus askes berdampak lumpuh ekonomi warga sekitar dan anak sekolah yang berlarut-larut menggunakan perahu sampan karet BPBD harus melewati sungai tersebut yang sangat vital tersebut untuk berangkat kesekolah (laporan warga ) kita minta kepada para petinggi segera lah berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera ditindaklanjuti,” ucapnya.
Tim.










