Dukung Visi Bupati Dairi, Pemdes Pamah dan Mahasiswa STAIS Bergerak Benahi Sarana Desa Dengan Gotong Royong

Dairi – GaoelNews.com – Semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa kembali dihidupkan Pemerintah Desa Pamah melalui kegiatan kolaboratif bersama mahasiswa STAIS Dairi. Dipimpin langsung Kepala Desa Pamah, Daniel Wilser A. Sagala, kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan saluran irigasi, perawatan lingkungan desa, serta pemasangan plank identitas desa sebagai bagian dari penataan administrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan desa.

Kegiatan yang melibatkan perangkat desa, masyarakat, dan mahasiswa itu berlangsung penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap infrastruktur desa, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai media pendidikan sosial bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, agar memahami pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa berbasis kolaborasi.

Kepala Desa Pamah, Daniel Wilser A. Sagala, mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan implementasi nyata dalam mendukung visi dan misi Bupati Dairi, Vickner Sinaga, yang terus mendorong budaya kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, budaya gotong royong merupakan warisan luhur nenek moyang yang harus terus dipertahankan sebagai kekuatan sosial dalam mempercepat pembangunan desa, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Budaya gotong royong adalah identitas masyarakat kita. Dengan bekerja bersama, perbaikan jalan, saluran air, maupun fasilitas umum dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Jika masyarakat mau bergandengan tangan, maka anggaran desa dapat lebih difokuskan untuk pembangunan sarana infrastruktur lainnya yang lebih strategis,” ujar Daniel.

Ia menjelaskan, pembersihan saluran irigasi memiliki fungsi penting dalam mendukung kelancaran distribusi air pertanian sekaligus mencegah terjadinya penyumbatan yang berpotensi menimbulkan genangan maupun kerusakan lahan pertanian masyarakat.

Sementara pemasangan plank desa dinilai sebagai bagian dari penguatan administrasi pemerintahan desa dan transparansi informasi publik sebagaimana diamanatkan dalam tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan partisipatif.

Lebih jauh, Daniel menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa STAIS Dairi dalam kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan bagian dari proses pembelajaran lapangan terkait pembangunan masyarakat desa.

 

“Mahasiswa perlu memahami bahwa pembangunan tidak hanya berbicara teori di ruang kuliah, tetapi juga menyangkut pengabdian, kepedulian sosial, serta bagaimana menjaga dan merawat aset desa bersama masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas. Dalam perspektif pembangunan sosial, gotong royong dipandang sebagai modal sosial (social capital) yang mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum, serta membangun hubungan harmonis antara pemerintah desa, masyarakat, dan kalangan akademisi.

Para mahasiswa STAIS Dairi yang ikut terlibat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka menilai pengalaman turun langsung ke lapangan menjadi sarana penting dalam memahami dinamika sosial masyarakat sekaligus memperkuat nilai pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Pamah berharap budaya gotong royong tidak hanya menjadi simbol tradisi, tetapi benar-benar tumbuh menjadi gerakan kolektif dalam menjaga pembangunan, kebersihan lingkungan, dan keberlanjutan aset desa demi kesejahteraan masyarakat secara bersama-sama.

Dukung Visi Bupati Dairi, Pemdes Pamah dan Mahasiswa STAIS Bergerak Benahi Sarana Desa Dengan Gotong Royong
Clara Siahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *