Peristiwa Tragis di Sitinjo, Tokoh Perempuan dan Pemerintah Ajak Perkuat Kepedulian terhadap Anak dan Kesehatan Mental

admin

Dairi – Gaoelnews.com – Suasana duka menyelimuti Lingkungan Jalan Lae Gerat, Kelurahan Panjidabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, setelah seorang pelajar berinisial I. Limbong ditemukan meninggal dunia pada Rabu pagi sekitar pukul 06.37 WIB dengan dugaan kuat akibat bunuh diri.

Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui warga dan segera dilaporkan kepada Kepala Lingkungan setempat. Menanggapi laporan tersebut, Camat Sitinjo bersama Lurah Panjidabutar bergerak cepat memastikan informasi di lapangan sebelum meneruskannya secara resmi kepada pihak Polres Dairi.

Tidak lama setelah laporan diterima, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta membantu proses evakuasi jenazah sesuai prosedur.

Berdasarkan keterangan orang tua korban berinisial J.L, pagi itu awalnya berjalan seperti biasa. Saat hendak membangunkan anaknya untuk bersiap ke sekolah, korban tidak ditemukan di dalam kamar. J.L sempat menduga anaknya telah lebih dahulu berangkat ke sekolah.

Namun setelah melakukan pencarian di sekitar rumah dan pekarangan tanpa hasil, J.L kemudian menuju bagian belakang rumah dan mendapati anaknya sudah tergantung di sebatang pohon pokat menggunakan tali ayunan yang biasa terpasang di lokasi tersebut.

Dalam kondisi syok dan histeris, J.L berteriak meminta pertolongan warga sambil berupaya menyelamatkan korban dengan memotong tali menggunakan pisau carter. Sayangnya, saat tubuh korban berhasil diturunkan, nyawanya sudah tidak dapat tertolong.

Peristiwa ini pun mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan, termasuk tokoh perempuan, tokoh agama, dan pemerintah daerah yang menilai pentingnya penguatan perhatian terhadap kesehatan mental anak dan remaja.

Ketua FPPI Dairi, Delphi Masdiana Ujung, menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian tersebut. Menurutnya, tragedi itu menjadi pengingat penting agar seluruh elemen masyarakat lebih peka terhadap kondisi psikologis anak-anak dan remaja.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk didengar dan dipahami. Jangan biarkan mereka memendam persoalan sendirian. Keluarga harus menjadi tempat paling aman untuk berbagi cerita dan keluh kesah,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh perempuan dan rohaniawan, Delima Banjarnahor, turut mengungkapkan keprihatinannya. Ia menilai pendekatan spiritual, kasih sayang keluarga, dan perhatian lingkungan sangat penting dalam menjaga ketahanan mental generasi muda.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk saling memperhatikan. Anak-anak jangan hanya ditanya soal sekolah atau nilai, tetapi juga bagaimana perasaan mereka. Pendampingan rohani dan kasih dalam keluarga sangat dibutuhkan agar anak tidak merasa sendiri menghadapi persoalan hidup,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dairi, dr. Nitawati Sitohang, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya perlindungan anak dan pencegahan gangguan kesehatan mental.

Menurutnya, pemerintah melalui DP3AP2KB terus mendorong penguatan edukasi keluarga, sekolah ramah anak, serta layanan pendampingan psikologis bagi anak dan remaja yang mengalami tekanan emosional.

“Peristiwa ini menjadi perhatian bersama. Kami mengajak seluruh orang tua, tenaga pendidik, tokoh agama, dan masyarakat untuk lebih aktif membangun komunikasi yang sehat dengan anak-anak. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan stigma ataupun menyebarluaskan informasi yang dapat memperburuk kondisi keluarga korban, melainkan bersama-sama membangun kepedulian sosial dan empati.

Peristiwa tragis ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti kejadian. Sementara itu, masyarakat Sitinjo terus berdatangan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang masih terpukul atas musibah tersebut.(clara)

Peristiwa Tragis di Sitinjo, Tokoh Perempuan dan Pemerintah Ajak Perkuat Kepedulian terhadap Anak dan Kesehatan Mental
Clara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *