DAIRI – GaoelNews.com – Upaya membangun lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak terus dilakukan melalui penguatan peran keluarga dan masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan parenting yang digelar di SD Negeri 034803 Tambahan, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) bersama Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Dairi.
Kegiatan diikuti para murid dan orang tua murid SD Negeri 034803 Tambahan. Turut dilibatkan murid dan orang tua murid dari PAUD Tunas Muda Tambahan. Kehadiran kepala desa, komite sekolah, serta tokoh agama turut memperkuat pesan bahwa perlindungan dan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama.
Salah satu materi utama disampaikan Delphi Masdiana Ujung, S.H., M.Si., yang mengingatkan seluruh peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, kekerasan dapat terjadi kepada siapa saja dan pelakunya pun dapat berasal dari berbagai kalangan. Karena itu, diperlukan kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan yang mampu memberikan rasa aman bagi anak.
“Siapa saja bisa menjadi korban, siapa saja bisa menjadi pelaku. Kita sama-sama waspada. Menjaga generasi muda dan anak-anak bangsa adalah tanggung jawab bersama,” pesan Delphi.
Ia menekankan, pencegahan kekerasan tidak cukup hanya dilakukan oleh sekolah atau pemerintah. Keluarga sebagai lingkungan pertama dan terdekat dengan anak memiliki peran penting dalam membangun karakter sekaligus memberikan perlindungan kepada anak.
Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Delima Banjarnahor, M.Pd.K., mengajak para orang tua untuk menyadari pentingnya keteladanan dalam mendidik anak.
Menurutnya, anak memiliki kecenderungan belajar lebih banyak melalui apa yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan sekadar apa yang mereka dengarkan.
“Anak lebih banyak belajar dari apa yang dilihat dibanding dari apa yang didengar. Karena itu, orang dewasa harus menjadi teladan. Orang tua bertanggung jawab menjadi teladan di tengah keluarga,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan parenting, sebab pembentukan karakter anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dan kebiasaan yang mereka saksikan di lingkungan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Maslon Saebei Simatupang, S.Th., selaku Plt. Kasi Urusan Agama Kristen, menyampaikan bahwa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi memberikan dukungan penuh terhadap program dan kegiatan parenting yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga serta membangun generasi yang berkarakter.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara orang tua, sekolah, tokoh agama, dan unsur masyarakat dalam membangun kesamaan pemahaman mengenai pola pengasuhan yang positif, perlindungan anak, serta pentingnya menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, upaya mencegah kekerasan terhadap anak sekaligus membentuk generasi yang berkarakter dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan parenting di SD Negeri 034803 Tambahan tersebut, pesan yang dibangun pun semakin jelas: melindungi anak bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi masa depan tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih, dan memberikan keteladanan.
(clara)












