Pelestarian Lingkungan dan Budaya pada Festival Pentas Seni Multietnis Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

siahaan clara

SIDIKALANG – GaoelNews.com
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan budaya kembali ditegaskan PT Dairi Prima Mineral (DPM) melalui dukungannya pada Festival Pentas Seni dan Musik Daerah Multietnis yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Dairi 05/5/2026

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Persaudaraan Menuju Kemajuan” dengan slogan “Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya” ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pemangku Hak Ulayat Pakpak Dairi (FKPHUPD) dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, serta dunia usaha.

Dalam sambutannya, General Manager PT DPM, David, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dukungan terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melestarikan kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat Dairi.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami dapat hadir bersama masyarakat dalam Pentas Seni Multietnis ini. Kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan, melestarikan budaya, serta mempererat kemitraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

David menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna penting karena tidak hanya mengangkat isu pelestarian lingkungan hidup, tetapi juga mendorong upaya menjaga warisan budaya yang menjadi kekayaan Kabupaten Dairi.

Ia menegaskan bahwa bagi PT DPM, pelestarian lingkungan dan budaya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan yang sehat dan lestari merupakan warisan berharga yang harus dijaga, sementara budaya merupakan identitas yang membentuk karakter dan nilai-nilai masyarakat.

“Alam dan budaya adalah dua kekayaan yang saling melengkapi dan menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, menjaga lingkungan dan melestarikan budaya harus berjalan seiring,” katanya.

Melalui pentas seni yang menampilkan keberagaman etnis dan budaya di Kabupaten Dairi, masyarakat diajak untuk semakin menghargai perbedaan sebagai kekuatan yang mampu mempererat persaudaraan dan menciptakan harmoni sosial.

David juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga lingkungan hidup. Menurutnya, keberhasilan pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara masyarakat, tokoh adat, pemerintah, dan dunia usaha.

“PT DPM meyakini bahwa kolaborasi merupakan kunci keberhasilan dalam menjaga lingkungan dan melestarikan budaya. Nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur harus terus dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Dukungan PT DPM terhadap kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai tokoh masyarakat dan pemangku adat yang hadir. Mereka menilai keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial, budaya, dan lingkungan menunjukkan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Dairi.

Festival Pentas Seni Multietnis yang diisi berbagai penampilan seni budaya dari beragam etnis tersebut menjadi simbol harmonisasi antara pelestarian lingkungan, penguatan budaya, dan semangat persaudaraan. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pun menjadi pengingat bahwa menjaga alam dan budaya merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan masa depan Dairi yang maju, lestari, dan berkelanjutan.

Pelestarian Lingkungan dan Budaya pada Festival Pentas Seni Multietnis Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Clara siahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *