Dairi – GaoelNews.com – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 dimaknai Pemerintah Kabupaten Dairi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi semangat nyata untuk mempercepat pembangunan daerah melalui penguatan infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga mitigasi bencana berbasis lingkungan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga, Pemkab Dairi terus menunjukkan komitmennya membangun daerah dengan pendekatan kerja lapangan, kolaborasi lintas sektor, dan percepatan program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Mengusung semangat “Bangkit Bersama untuk Dairi yang Maju dan Bermartabat”, Bupati Dairi dijadwalkan turun langsung meninjau sekitar 200 titik perbaikan jalan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Dairi. Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang lebih baik dan aman.
Selain peninjauan jalan, Pemerintah Kabupaten Dairi juga menambah program swakelola pembangunan fisik di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sumbul, Kecamatan Pegagan Hilir, dan Kecamatan Siempat Nempu Hilir. Ketiga kecamatan tersebut memperoleh total 12 titik swakelola yang difokuskan untuk pembangunan jalan serta tanggul penahan di kawasan strategis dan rawan kerusakan.
“Dairi membutuhkan perhatian serius dan percepatan pembangunan. Karena itu, yang dibutuhkan masyarakat adalah bukti nyata, bukan sekadar ucapan,” demikian semangat pembangunan yang terus digaungkan dalam kepemimpinan Bupati Dairi.
Dalam upaya mempercepat pembangunan, Bupati Vickner Sinaga juga aktif melakukan koordinasi dan lobi ke berbagai kementerian guna memastikan dukungan anggaran pusat dapat direalisasikan untuk Kabupaten Dairi.
Tidak hanya di sektor infrastruktur, Pemkab Dairi juga mencatat capaian penting di bidang kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC). Sedikitnya 35 ribu masyarakat kini telah memperoleh akses layanan kesehatan gratis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas perlindungan kesehatan bagi warga.
Sementara itu, menghadapi ancaman bencana alam seperti longsor, banjir, dan erosi yang kerap terjadi di kawasan perbukitan, Pemerintah Kabupaten Dairi menggagas program penghijauan “Sejuta Pohon” sebagai langkah mitigasi ekologis jangka panjang.
Bupati Vickner Sinaga menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon bukan hanya kegiatan simbolis, melainkan investasi lingkungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat daya tahan alam terhadap perubahan iklim serta curah hujan ekstrem.
“Program sejuta pohon ini menjadi tonggak penting dalam membangun sistem mitigasi bencana berbasis lingkungan. Pohon memiliki fungsi ekologis yang sangat besar untuk menahan erosi, menjaga sumber mata air, serta mengurangi risiko longsor di kawasan perbukitan,” ujar Vickner Sinaga.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, Pemkab Dairi juga memperkuat sistem Posko Darurat Penanggulangan Bencana terpadu yang akan dibangun di kawasan Silalahi. Posko tersebut nantinya dilengkapi alat berat dan personel siaga guna mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.
Beberapa alat berat yang disiagakan antara lain Excavator Komatsu PC200 untuk pembersihan material longsor dan pengerukan saluran air, Wheel Loader Komatsu WA200 untuk pemindahan material dan logistik bencana, Dump Truck Hino, serta Motor Grader Caterpillar 140K untuk meratakan jalan yang rusak akibat longsor maupun banjir.
Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala menambahkan bahwa keberhasilan mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan membangun budaya menanam pohon secara berkelanjutan.
Menurutnya, kawasan perbukitan dan daerah tangkapan air di Kabupaten Dairi harus dijaga bersama agar tetap menjadi penyangga kehidupan masyarakat sekaligus benteng alami menghadapi ancaman bencana.
Melalui berbagai langkah progresif tersebut, Pemerintah Kabupaten Dairi berharap mampu mewujudkan daerah yang lebih maju, hijau, tangguh terhadap bencana, serta memberikan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan berkelanjutan bagi generasi mendatang.












