Aceh Timur, – Gaoelnews.com – Tokoh masyarakat sekaligus Imum Mukim Kecamatan Darul Aman yang juga mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Husaini yang akrab disapa Tgk. Meulaboh(03/08/2026).
Mengecam keras berbagai serangan dan isu miring yang diarahkan kepada Ketua Baitul Mal Provinsi Aceh, Tgk. Muhammad Yunus (Abon Yunus).
Tgk. Meulaboh meminta seluruh pihak agar menghentikan politisasi terhadap lembaga zakat tersebut dan bersikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Menurutnya, klarifikasi yang disampaikan oleh Abon Yunus sudah sangat jelas,di mana penyaluran dana Baitul Mal Aceh telah melalui serangkaian tahapan prosedur, mulai dari verifikasi, validasi, hingga proses pencairan.
“Jika pun ada permainan, itu bukan dari perintah saya. Jika pun ada, itu murni oknum atau calon yang sedang kami investigasi,” ujar Tgk. Meulaboh mengutip pernyataan Abon Yunus.
Soroti Rekam Jejak dan Integritas Abon Yunus
Dalam keterangannya, Tgk. Meulaboh juga membeberkan rekam jejak panjang Abon Yunus yang dikenal sebagai sosok disegani, khususnya di wilayah Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.
Selain sebagai pimpinan dayah dan penceramah, Abon Yunus tercatat pernah menduduki sejumlah posisi penting di pemerintahan maupun organisasi masyarakat.
Beberapa jabatan strategis yang pernah diemban Abon Yunus meliputi:
* Ketua Majelis Adat Aceh (MAA)
*Anggota DPRK dan Ketua Komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)
Juru Penerangan sekaligus Majelis (AM) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada masa konflik Aceh
“Beliau semasa Aceh bergejolak pernah dipercayakan sebagai majelis dan juru penerangan GAM kala itu. Jadi, saya khusus mewakili masyarakat Darul Aman umumnya masyarakat Aceh, agar jangan lagi memfitnah Abon Yunus yang merupakan putra Darul Aman yang menjadi panutan dan kebanggaan kami,” tegas Tgk. Meulaboh dengan nada kesal.
Dugaan Kepentingan Oknum di Balik Isu
Tgk. Meulaboh menduga bahwa serangan personal yang dilayangkan kepada Abon Yunus bukanlah murni kritik konstruktif, melainkan digerakkan oleh kepentingan pihak-pihak tertentu beserta kelompoknya yang ingin menjatuhkan kredibilitas sang tokoh.
Ia kembali mengingatkan agar ruang publik tidak dicemari oleh penggiringan opini yang tidak berdasar, demi menjaga stabilitas dan marwah lembaga keumatan di Aceh.
Zainal












