DAIRI — Gaoelnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi terus mendorong percepatan investasi sebagai salah satu strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, sekaligus mengoptimalkan potensi komoditas unggulan. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan kedatangan NT Corporation/NT Group yang menyatakan komitmennya menanamkan modal sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar untuk pengembangan perkebunan kopi di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi.
Investasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pengembangan kebun kopi, tetapi juga mencakup pembangunan fasilitas pengolahan atau pabrik, sehingga diharapkan mampu membangun rantai nilai komoditas kopi secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kegiatan penanaman bibit kopi yang berasal dari Panama tersebut berlangsung di Kecamatan Parbuluan, Kamis (20/8/2026). Kehadiran investor ini menjadi momentum penting bagi Dairi dalam memperkuat posisi sebagai salah satu daerah penghasil kopi potensial di Sumatera Utara.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dairi Vickner Sinaga juga menyempatkan diri memberikan hadiah kepada Agus Trisapta, yang berulang tahun pada 17 Agustus. Momen tersebut menjadi bentuk perhatian kepala daerah kepada masyarakat sekaligus memperlihatkan kedekatan pemerintah dengan warga.

Bupati Dairi bersama jajaran pemerintah daerah dan investor kemudian melaksanakan makan siang bersama di salah satu lokasi yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Parbuluan. Tempat tersebut diketahui menjadi lokasi aksi damai masyarakat Parbuluan 6 terkait persoalan dengan PT Gruti pada 27 Desember 2025.
Dalam kesempatan itu, Bupati Vickner Sinaga menekankan pentingnya peran media dalam pembangunan daerah. Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
“Media adalah pilar keempat,” ujar Bupati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani, Sekretaris Daerah Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, Kepala Dinas Pertanian Kesti Angkat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Desi Sianturi, Camat Parbuluan Landong Napitu, Ketua TP PKK Kabupaten Dairi Lintong Vickner Sinaga, anggota DPRD Dairi Batara Sinaga, para kepala desa se-Kecamatan Parbuluan, termasuk Kepala Desa Parbuluan 1, 2, 3, 4 dan 6, serta Tim Kecil Bupati Dairi.
Doa dalam kegiatan tersebut dipimpin Ketua BKM, Karnel.
NT Group Bidik Kopi Dairi Berkelas Internasional
Direktur NT Corporation/NT Group, Grace Tampubolon, mengatakan investasi yang dibawa ke Dairi merupakan bentuk keseriusan pihaknya dalam mengembangkan potensi kopi daerah agar mampu memiliki daya saing lebih luas, termasuk di pasar internasional.
“Hujan ini adalah berkah. Ini merupakan bagian dari kerja sama melalui MoU antara NT Group dengan Kabupaten Dairi. Dairi sudah terkenal dengan kopinya,” ujar Grace.
Ia mengatakan, potensi kopi Dairi menjadi salah satu alasan NT Group memilih menanamkan modal di daerah tersebut. Investasi yang disiapkan diharapkan dapat menjadi modal usaha sekaligus instrumen pengembangan ekonomi daerah.
“Kami ingin kopi Dairi bisa berskala internasional. Itu sebabnya kami menginvestasikan modal untuk mengembangkan potensi Dairi agar ke depan dapat sejajar dengan daerah lain, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan menyerap tenaga kerja, khususnya masyarakat setempat,” katanya.
Menurut Grace, penanaman bibit kopi tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk membangun ekosistem perkebunan kopi yang produktif dan berkelanjutan.

“Pohon kopi yang baik menjadi simbol kerja sama yang baik. Semoga ini menjadi langkah nyata bagi kita bersama,” katanya.
Camat Pastikan Parbuluan Kondusif bagi Investor
Camat Parbuluan Landong Napitu menegaskan bahwa wilayah Parbuluan siap menjadi kawasan yang kondusif bagi investasi. Untuk memperkuat dukungan terhadap kegiatan tersebut, empat kepala desa di wilayah Parbuluan turut dihadirkan dalam kegiatan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat dan investor merupakan faktor penting untuk memastikan investasi berjalan baik serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani menyampaikan apresiasi atas masuknya investor yang dibawa dan difasilitasi Pemkab Dairi.
Ia menilai kehadiran investasi dengan nilai ratusan miliar rupiah tersebut merupakan momentum penting bagi pembangunan ekonomi Dairi.
“Kita bangga dengan hadirnya investor yang digiring oleh Bupati Dairi. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Dairi tidak akan maju tanpa investor,” kata Sabam.
Ia menilai investasi tersebut dapat menjadi tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Dairi dan berpotensi mendorong hadirnya investor-investor lainnya.
“Ini merupakan tonggak sejarah baru. Saya yakin Dairi akan semakin dilirik pemerintah pusat dan investor lain,” ujarnya.
Bupati Paparkan Investasi Strategis di Dairi
Dalam sambutannya, Bupati Vickner Sinaga memaparkan sejumlah capaian dan proyek strategis yang menurutnya memiliki nilai investasi besar bagi Kabupaten Dairi.
Selain investasi NT Group untuk pengembangan perkebunan kopi, pemerintah juga tengah mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan nilai sekitar Rp500 miliar. Di sektor pendidikan dan perlindungan sosial, program Sekolah Rakyat juga disebut mendapat dukungan anggaran sekitar Rp300 miliar dari Kementerian Sosial.
“NT Group Rp200 sampai Rp300 miliar untuk penanaman modal kebun kopi lengkap dengan pabriknya. PLTMH sekitar Rp500 miliar, kemudian Sekolah Rakyat sekitar Rp300 miliar dari Kementerian Sosial,” papar Bupati.
Bupati mengatakan, berbagai proyek tersebut merupakan bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi baru di Kabupaten Dairi dengan mengoptimalkan potensi sumber daya daerah.
Khusus Kecamatan Parbuluan, Bupati memiliki visi agar kawasan tersebut berkembang menjadi kawasan yang memiliki daya dukung pendidikan, ekonomi dan pertanian yang kuat.
“Saya ingin Parbuluan menjadi sentra akademik,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Komisaris NT Group/Nusantara TV, Dr. Ir. Nurdin Tampubolon, M.M., yang disebut memberikan respons cepat terhadap pembicaraan mengenai rencana investasi di Dairi.
Menurutnya, komunikasi terkait investasi tersebut berlangsung relatif singkat namun menghasilkan komitmen yang konkret.
Bupati juga menyinggung keterlibatan Nurdin Tampubolon yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI, DPD RI dan MPR RI, serta keterlibatan para penulis dari Universitas Sumatera Utara (USU) dalam pembicaraan pengembangan daerah.
“Dairi bagi saya tiada hari tanpa berkat, selagi kita tulus mengabdikan diri untuk Dairi,” kata Vickner.
Pengembangan Lahan dan Rantai Industri Kopi
Dalam rencana pengembangan perkebunan kopi tersebut, lahan yang sebelumnya disebut memiliki status HGU sekitar 118 hektare, sementara area yang disiapkan untuk pengembangan kebun kopi disebut mencapai sekitar 200 hektare lebih.
Dengan luasan tersebut, pengembangan kopi diharapkan tidak berhenti pada aktivitas budidaya, tetapi berkembang menjadi kawasan produksi yang terintegrasi dengan pengolahan pascapanen dan industri hilir.
Kehadiran bibit kopi dari Panama menjadi bagian awal dari pengembangan tersebut. Secara agronomis, keberhasilan program tetap akan sangat bergantung pada kesesuaian varietas dengan agroekosistem setempat, kualitas benih, teknik budidaya, pengelolaan tanah, ketersediaan air, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta tata kelola pascapanen.
Apabila dikelola secara konsisten, investasi tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi Dairi sekaligus menciptakan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas usaha, hingga penguatan industri pengolahan.
Masuknya NT Group dengan komitmen investasi ratusan miliar rupiah pun menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Kabupaten Dairi. Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan seluruh proses investasi berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, memperhatikan kepastian status dan pemanfaatan lahan, serta tetap melibatkan masyarakat setempat.
Bagi Dairi, pengembangan komoditas kopi bukan sekadar pembangunan perkebunan, melainkan upaya membangun ekosistem ekonomi daerah yang terintegrasi. Dengan dukungan investasi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media, Parbuluan diharapkan mampu tumbuh sebagai salah satu pusat produksi kopi unggulan yang memiliki daya saing nasional hingga internasional.












