DAIRI – GaoelNews.com -Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang menepis keras informasi yang beredar di media sosial terkait sebuah video viral yang diklaim memperlihatkan peristiwa negatif di dalam lingkungan Rutan Sidikalang. Pihak rutan memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Klarifikasi resmi disampaikan setelah video tersebut beredar luas melalui sejumlah akun media sosial, di antaranya warta.sumut, wartapedia.id, Gaoelnews dan sinyalonlineindonesia, sehingga memunculkan keresahan dan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Pihak Rutan Kelas IIB Sidikalang menegaskan bahwa setelah dilakukan penelusuran secara menyeluruh, video yang beredar dipastikan bukan berasal dari Rutan Sidikalang. Rekaman tersebut juga tidak menunjukkan identitas lokasi maupun waktu kejadian yang dapat dipastikan.
“Video tersebut tidak benar terjadi di Rutan Kelas IIB Sidikalang. Hasil pemeriksaan internal yang kami lakukan juga tidak menemukan adanya warga binaan maupun kamar hunian yang sesuai dengan kondisi yang ditampilkan dalam video,” tegas pihak Rutan dalam keterangan resminya.
Sebagai bentuk respons cepat dan komitmen menjaga keamanan, jajaran Rutan Sidikalang langsung menggelar razia insidentil terhadap sejumlah kamar yang diduga memiliki kemiripan dengan tayangan dalam video, yakni kamar nomor 4, 5, 8, 10, dan 20 di Blok Imam Bonjol.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan adanya kamar dengan kondisi sebagaimana yang terlihat dalam video viral tersebut. Namun, dalam razia itu petugas tetap berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian, yaitu tiga bilah pisau rakitan, dua set kartu remi, dua buah mancis, dua buah paku, satu pisau cutter, satu pinset, satu gunting, satu pecahan kaca, serta satu pisau cukur.
Temuan tersebut langsung diamankan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan penegakan tata tertib di lingkungan rutan.
Pihak Rutan menegaskan bahwa razia rutin maupun insidentil merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang.

Selain memperkuat pengawasan internal, Rutan Kelas IIB Sidikalang juga terus menjalin sinergi dengan aparat TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
Melalui klarifikasi ini, Rutan Sidikalang kembali menegaskan bahwa informasi yang menyebut peristiwa dalam video tersebut terjadi di lingkungan Rutan Kelas IIB Sidikalang merupakan informasi yang tidak benar, menyesatkan, dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pihak rutan pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah percaya ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta mengedepankan prinsip cek fakta sebelum membagikan sebuah konten.
“Klarifikasi ini merupakan bentuk keterbukaan informasi publik sekaligus komitmen Rutan Kelas IIB Sidikalang dalam menjaga integritas, transparansi, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan,” tutup pihak Rutan
(clara)












